Friday, January 7, 2011

Whisper.


Bagian tersulit dari perubahan adalah, mengetahui kau bukan lagi bagian hidup dari seseorang, bukan lagi, dan terlepas begitu saja. Tetapi kadang, bagian tersulit itu, menjadi biasa ketika secara mengejutkan kau bertemu dengan manusia-manusia baru, yang serba tak terduga. Atau malah sebaliknya.


Tahun baru, 2011. Seperti baru kemarin 2010, bertengger di kalender. Sekarang? Sudah lagi-lagi tahun baru. Sudah lagi buat resolusi-resolusi baru. Dan sudah lagi menciptakan kata-kata lalu.
Tapi bukan kah itu yang dinamakan hidup?

Sedih dan bahagia. Baru dan lalu. Datang dan pergi. Menemukan satu kebahagiaan, sekaligus kehilangan kebahagiaan lainnya. Dan juga, bukan kah semua antonim kata adalah salah satu penjelas hidup? Semua terdengar acak dan tersusun dengan caranya masing-masing. Semua kehendak Tuhan.

"Kehidupan itu berubah. Lingkungan berubah. Manusia berubah. Semua berubah. Yang hanya perlu aku lakukan adalah melanjutkan hidup.. dan bertahan."


Tapi, kalau boleh berdoa kecil, bisa kah kau selalu tetap menjadi sekarang?






6 Januari 2011, Happy Birthday Mom, Love you always..

Wednesday, November 3, 2010

Fly away, bubbles..


"Gelembung itu seperti masa lalu."
"Kenapa?"
"Dia utuh, tapi ngga bisa digenggam. Masa lalu itu jelas, tapi ngga bisa diulang."
"Mereka sama-sama rapuh."

Monday, August 30, 2010

Jarak (?)

Pernah ngerasa udah kenal seseorang lebih dekat, tapi sebenarnya kalian ngga tau apa-apa tentang dia? Yes, I did.

Entah kenapa belakangan ini gue terlalu 'kosong'. Terlalu banyak bengong daripada melakukan sesuatu. Terlalu banyak diam memperhatikan, daripada bertindak. Terlalu bukan 'gue' di kehidupan gue sendiri. It's ironic.

Puasa bukan suatu alasan kenapa gue jadi gini. Hanya hasrat gue yang melayang-layang entah pergi kemana. Ide-ide yang beku karena terlalu lama dipendam. Pendapat-pendapat yang menjadi kosong karena sering 'tertelan' dibanding 'termuntahkan'.

Kembali pada kalimat awal tadi, pernah ngga kalian merasakan hal yang sama seperti halnya gue? Mengenal seseorang, tapi ternyata sebaliknya? Bertahun-tahun kenal, tapi ternyata kamu hanya sampai pada permukaan hidupnya. Kenal, tapi samar-samar. Dekat, tapi berjarak.

Beberapa waktu yang lalu, gue sempat ngobrol dengan salah satu sahabat baik gue. Kita mengobrol biasa, tanpa alur, hanya mengalir gitu aja. Dan alam kembali lagi dengan kebetulan-kebetulannya, kita lalu bahas Y, sahabat baik gue sejak SMP. Kita bertiga dekat. Dia, gue, dan Y.

Dia  : "Beneran lo ngga pernah kerumah Y?"
Gue : "Ngga. Rumahnya aja ngga tau.. Haha" (ketawa maksa)
Dia  : "Itu karena lo emang ngga pernah tau dan ngga pengen tau tentang dia."



Hening. Gue diem. Kita berdua diem.



Sumpah demi spatula, kalimat terakhir dari dia, menohok gue habis-habisan. Kata-kata itu nampar gue.

KARENA LO NGGA PERNAH TAHU DAN NGGA MAU TAHU.

Gue emang ngga pernah mau tahu dengan urusan orang. Selagi itu ngga ngelibatin gue, masa bodo dengan urusan itu. Tapi, gara-gara kalimat-yang-oh-nampar banget tadi. Gue berpikir dua kali untuk 'tetap cuek' dengan segalam macam yang ada disekitar gue.

Mungkin ini adalah hal yang sepele bagi sebagian orang. Sepele bagi mereka yang menganggap dekat itu hanya sebatas kenal 'nama' terus cerita-cerita. Bagi gue, ini penting. Sama pentingnya dengan makan pempek pake cuka *ha?*

Percakapan itu, walaupun singkat, ngajarin gue untuk peduli dengan orang-orang sekitar. Orang-orang yang terlibat dengan hidup gue. Orang yang gue panggil mereka dengan teman, saudara, keluarga. Orang yang, dengan mereka, gue berbagi hari. Karena gue ngga mau hanya kenal, dan selesai hanya sampai nama. Gue mau dekat, tapi ngga berjarak.

Gue peduli. Or maybe, I'll try to care.

---------------------------------------------------------------

And by the way, gue mau ngucapin makasih ke semua untuk ucapan ultahnya kemarin. Gue menghargai itu. Dan untuk mereka, orang-orang spesial gue, makasih atas surprise kecil-kecilannya. Suka, boleh tambah kata 'banget'? Hehe. Thankyou so much. Peluk~

Friday, July 2, 2010

LAMPUNG, I'M COMING! PART II (PIC)

Tada!

Maaf menebar bau badan di depan rektorat.

Mata ilang sebelah. Panas!

I love this one.






Friday, June 25, 2010

LAMPUNG, I'M COMING! PART I

Hari senin kemarin (21/04), gue dan tiga sahabat baik gue memutuskan untuk liburan singkat dengan menjadi backpacker dadakan. Kenapa singkat dan kenapa dadakan? Karena kita pergi liburan hanya satu hari, dan cuma bawa baju beberapa helai dengan duit pas-pasan.

Mungkin ini adalah liburan kedua gue pergi bareng temen. Tahun lalu, gue liburan ke Bandung - Jakarta.. dan untuk tahun ini, gue milih pergi liburan ke Lampung. Iya, sodara-sodara. Anda ngga salah baca, gue pergi ke LAMPUNG. Yak, gue lebai.

Ehm.

Awalnya sih, pergi liburan ini dengan perasaan ragu-ragu. Karena pertama, gue hampir batal ikut gara-gara kena tipes, ditambah ada respon akhir pratikum sampai sore hari di Indralaya yang jaraknya sekitar 45 menit dari Palembang, belum juga macetnya jalan. Sementara rencana berangkat sekitar habis magrib. Kedua, temen gue nelpon kalo tiket kereta tinggal dua, padahal yang berangkat ada empat orang..

Gue sempet pasrah terus ngais-ngais tanah.

Tapi ternyata Tuhan berkata lain, gue pulang pratikum lebih cepet dan kita dapet tiket kereta yang berangkat jam 9 malem. Oh, Thank God. Gue sujud syukur.

Setelah nyampe rumah, tanpa sempet mandi lagi, gue nyusun beberapa barang yang mau dibawa, masuk ke dalam ransel dan... Hup! Siap berangkat.

-----

Pukul 9 malem, kita berangkat naik kereta bisnis. Dan perasaan dag-dig-dug mengaduk-ngaduk. Gue masih ngga percaya kalo kita jadi berangkat, masih ngga percaya, didalam kereta ini, didalam gerbong ini, kita duduk berempat tanpa ada pengalaman backpacker sedikit pun. Gue berlinangan air mata.. karena belom mandi. Haha.

Selama di kereta, kita ngga bisa tidur seutuhnya. Alias bentar tidur, bentar bangun, bentar-bentar ngegosipin penumpang sebelah. Gue juga, yang pada saat itu masih sakit tipes, ngga bisa tidur dengan pulas. Jadi, malam perjalanan ke Lampung kita habisin dengan cerita-cerita seadanya.

---

Kita nyampe di Lampung sekitar jam 6.30 pagi. Turun dari kereta, semua pada bengong karena ngga tau apa-apa. Bolak - balik nyari pintu keluar. Bingung entah mau kemana. Haha. Tapi setelah mondar-mandir ngga jelas, kita mutusin untuk pergi cari sarapan dan Lampung pun menyambut kita dengan hujan.

Udara pagi itu dingin, adem, dan nyaman. Terimakasih untuk sambutan selamat datangnya, Lampung. Kami senang.

Selesai sarapan, temen Devi, si Ika yang bakal jadi guide selama di Lampung, dateng jemput kita. Dengan rambut basah abis mandi dan kaos merahnya, dia senyum. Kita balik bales senyum. Terus senyum-senyuman sampai besok. Terus masuk RSJ semua *ngawur*

Karena tujuan utama dan pertama kita ke Lampung adalah mau ke pantai, juga berhubung ngga ada kendaraan umum yang lewat pantai, jadi setelah Ika dateng, kita langsung nyari angkot buat disewa untuk pergi ke Pantai Mutun.

Awalnya kaget, pas ditawarin harga sewanya sebesar Rp 300.000. Tapi setelah nego yang cukup lama, kita sepakat hanya bayar Rp 200.000 dan itupun ngga seharian penuh. Semua disesuain dengan duit yang kita bawa: MINIM.

----

Sebelum berangkat ke Pantai Mutun, kita mampir bentar ke kost-an Ika, untuk naruh barang yang ngga perlu dibawa ke pantai. Seperti barbel, traktor, pistol dan alat berat lainnya *hah?*
Lalu, beli makanan untuk disana nanti, dan kita siap meluncuuuur!

Berbagi sedikit fakta: Kita pergi ke pantai dengan keadaan belum ada yang mandi satu pun. Apalagi gue yang dua hari ngga mandi. Ini adalah fakta yang benar-benar menurunkan pamor. haha. Tapi yaudahlah yaa.. namanya juga liburan *ngeles*

Dalem perjalanan, semua serba seru dan capek! Kita mampir dulu ke Universitas Lampung, terus numpang foto didepan gedung rektorat. Gue juga numpang foto di fakultas tekniknyaa :P

Perjalanan menuju pantai sekitar 1,5 jam. Jadi selama itu, kita cuma nikmatin angin sepoi-sepoi dalem angkutan umum dengan keadaan badan yang lengket semua.

---

Yak! Sampailah kita di Pantai Mutun! Yiha! Yiha!

Pertama sampai sana, kita langsung turun dari mobil tanpa mikir mau ganti baju dulu, dan langsung foto-foto. Ini nih foto pertama dipantai:






Ternyata di Pantai Mutun ada pulau juga! Setelah diskusi yang cukup panjang, kita berlima memilih untuk menikmati pantai di pulau seberang dengan menyewa perahu. Oh, sumpah. Gue bahagia nangis darah pas nyampe pantai. Pengen langsung cepet-cepet nyebuuur.


Beres ganti baju, naruh barang di pondok, kita langsung lari-lari menuju pantai dan... BYUUURR!!


MONYEEETTT.. AIRNYA ASIIIIINNN BANGEEETT!!!


Mata gue pedih, mata Winny, Devi, Arin, sama Ika juga pedih. Semua-mua pedih! Kita diem sejenak, ngucek-ngucek mata. Terus.. Lanjut lagi main. HA HA HA


Wah, asiknya. Gue lompat-lompat girang. Udah lama ngga ke pantai. Terakhir ya pas di Ambon dulu. Rindu mengerumuni ku.


Puas main di pantai, kita pulang. Ngga ada rencana kemana-mana lagi karena udah kelewat lelah duluan. Sampai kost-an Ika, kita tidur. Blek!


----


Malemnya kita jalan ke Mall, gue lupa nama Mallnya. Bentar sih, ngga lama, cuma liat-liat doang. Pulang ke kost-an, kita nyari makan di depan museum Lampung. Makanan yang kita pilih jatuh pada nasi goreng Lampung. Nyam nyam nyam.


Waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh malem. Berhubung besoknya (Rabu pagi) udah pulang, dan harus beli tiket pagi-pagi, kita memilih pulang ke kost-an dan tidur. Haha. Hari yang menyenangkan, penuh tawa dan lelah.


Err.. Kayaknya untuk tulisan ini udah kepanjangan, jadi bakal gue sambung dengan tulisan bagian duanya. So, sabar menanti ya readers! :)


And finally, gue tutup dulu LAMPUNG, I'M COMING PART I. Karena jam kamar gue udah nunjukin jam 12.30 tengah malem. Mata udah ngantuk, mulut nguap-nguap lebar.


Sampai jumpa di LAMPUNG, I'M COMING PART II.. haha


----


Kepada kamu,
Kecup :*